SMP N 1 Kalasan yang biasa lebih dikenal SPENSAKA. Salah satu sekolah favorit dan di inginkan oleh banyak orang untuk bisa bersekolah di SMP N 1 Kalasan ini karena kualitas. Terdiri dari dua lantai dan memiliki gedung bahasa, masjid, halaman yang luas, 18 kelas, dll. SMP N 1 Kalasan juga terkenal dengan murid-muridnya yang berprestasi dibidang akademik maupun non akademik. SMP N 1 Kalasan merupakan tempat belajar yang nyaman dan bersih. SMP N 1 Kalasan memiliki guru-guru yang dalam mendidik muridnya dengan tegas, sabar, memotivasi, dan tak kenal lelah. Belajar di SMP N 1 Kalasan sangat menyenangkan.
Sekian...terimakasih :)
Kamis, 12 Maret 2015
Kamis, 05 Maret 2015
Drama
Semangat Roti Isi Keju
Pagi
itu rumah sedikit hening sebelum menjadi sangat ramai saat kakak beradik itu berebut
roti tawar isi keju.
Mama :
Vania, ayo bangun, cepat mandi!
Vania : Iya,
Ma.... (Vania beranjak dari tidurnya dan
menuju ke kamar mandi)
Vino :
Syalalalaa… (mengalunkan sebuah lagu
sambil mengambil selembar keju dan meletakkannya diantara dua roti tawar)
Vania :
Siapa cepat, dia dapat! (Vania mengambil
roti isi keju kakaknya itu secepat kilat)
Vino :
Vaniaa..!, lu pagi-pagi udah bikin resek!, balikin gak roti gue? (ancam Vino yang jengkel kepada adiknya
itu)
Vania : Nyam
nyam nyaamm, delicious… (Vania tak
menggubris ancaman kakaknya itu, ia melahap habis roti isi keju yang ada
ditangannya)
(Mama Vania yang baru saja keluar dari dapur lantas
bertanya kepada kedua anaknya itu)
Mama :
Kalian ini kenapa? Pagi-pagi sudah bertengkar
Vino : Itu
Ma, Vania noh, roti isi kejuku diambil
Vania :
Bisanya cuma ngadu doang! Huh! (gumam
Vania)
Mama :
Vania, jangan begitu sama kakakmu. Kalau kamu mau makan roti yaa seharusnya kamu bikin sendiri.
Vania : Tapi
Maa....
Mama :
Sudahlah, kamu jangan ngebantah terus. Kan masih ada banyak roti dan keju, jadi
kamu bisa bikin roti isi itu sendirikan?
Vania :
Bisa, Ma... (ucap Vania pelan)
Mama : Ya
sudah, jangan jail lagi sama kakakmu!
Vania : Apa
lu? (Vania duduk dengan raut wajah kesal,
bibir manyun, dan menatap sang kakak dengan tatapan sinis)
Vino : Apa? Yee
dimarahin ya, makanya gak usah jail jadi orang (sambil mengambil dua lembar roti dan beberapa lembar keju, kemudian
melahapnya, lalu menjulurkan lidahnya ke arah Vania)
Vania :
Biarin aja, daripada tukang ngadu (balik menjulurkan lidahnya ke arah kakaknya
itu)
Vino :
Yaudah sih -_-
Kemudian
seketika rumah itu kembali sepi karena kedua anaknya telah berangkat ke sekolah
masing-masing.
Oleh : Anis Tri Utami
Langganan:
Postingan (Atom)